Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Insecure, Inilah 10 Cara Menghilangkan dari Kebiasaan Insecure

Seringkali beberapa orang atau justru kita sendiri memikirkan atau mengeluarkan kata-kata yang merendahkan diri sendiri. Aku bodoh, aku tidak cantik, aku pasti akan gagal, semua orang pasti membenciku dan lain sebagainya. Perkataan seperti ini dinamakan Insecure.

Foto: alodokter.com

Insecure adalah perasaan yang menyebabkan seseorang merasa malu, gelisah, takut, dan merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri. Sebenarnya mengapa kita bisa menjadi seorang yang insecure, dokter Lisa Firstone seorang penulis buku yang berjudul "concurrent your critical inner voice" mengatakan, dalam diri kita atau dalam diri seseorang ada dialog internal yang dinamakan Critical Inner Voice.

Critical inner Voice ini terbentuk dari pengalaman hidup dimana kita menyaksikan atau mengalami sesuatu yang menyakitkan terhadap diri kita, atau orang-orang yang disekitar kita. Dan semakin dewasa, pengalaman itu berubah menjadi pikiran yang kemudian bisa merusak diri sendiri. Critical invoice menyebabkan kita berpikir negatif dan membenci diri sendiri, perasaan ini pun kemudian terakumulasi menjadi perasaan insecure.

Kebiasaan yang insecure jika dibiarkan terlalu lama akan mengurangi kualitas hidup kita, jika kita terus-menerus merasa rendah diri dan membenci diri sendiri aktivitas yang kita lakukan pun akan terhambat dan terganggu.

Oleh karena itu, jika kita termasuk orang yang insecure kita perlu tahu cara-cara menghilangkan kebiasaan insecure itu.

INILAH 10 CARA MENGHILANGKAN KEBIASAAN INSECURE YANG PERLU DI COBA


1. MELAWAN PIKIRAN NEGATIF

Melawan pikiran negatif
Foto: shutterstock.com

Beberapa dari kita mungkin pernah melakukan wawancara kerja, tidak jarang wawancara tersebut berakhir dengan kegagalan. Kemudian akhirnya kita tidak diterima kerja, kita jadi kecewa dan bertanya-tanya, apakah kemampuanku tidak cukup baik, Apakah aku tidak akan pernah diterima, Apakah aku tidak sehebat orang lain dan pertanyaan-pertanyaan yang lain. Suara-suara dalam pikiran itu adalah pemikiran yang negatif yang harus kita hilangkan. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melawan pikiran negatif itu, salah satunya adalah dengan cara memaafkan diri sendiri.

Yakinlah, bahwa kegagalan yang kita alami tidak berarti kita gagal sebagai manusia seutuhnya. Kita mungkin pernah gagal, tetapi itu hanya satu bagian dari sekian ribu sekian banyak bagian dari kehidupan kita. Kita juga bisa menulis pemikiran negatif di buku atau secarik kertas untuk menghilangkan perasaan itu, tumpahkan semua perasaan kita agar kita bisa merasa lega. Kita juga bisa mengingat-ingat kembali pengalaman lama kita terkait dengan pemikiran negatif itu, pikirkan bagaimana hal itu dapat menjadi sebuah hikmah, menjadi sebuah pelajaran yang mungkin akan berguna dimasa depan.

2. MENERIMA KEKURANGAN DIRI

Foto: sehatq.com

Kekurangan yang ada dalam diri, sering membuat kita enggan menerima diri kita sendiri. Padahal kita adalah kita. Kita adalah semua hal yang ada di dalam diri kita, entah kekurangan kita atau kelebihan kita. Mengapa kita harus menolak diri sendiri. Cobalah untuk melihat setiap bagian dari diri kita, baik jasmani maupun rohani. Lihat bagian-bagian dalam diri kita yang tidak sempurna, kekurangan-kekurangan kita, kulit kita yang mungkin kurang sempurna, wajah kita yang tidak begitu ganteng atau cantik, dan lain sebagainya.

Perlakukan semua itu sebagai bentuk dari kita mencintai diri kita sendiri, perlakukan mereka dengan kasih sayang dan perhatian, karena mereka adalah anugerah dari Tuhan yang memang tidak bisa kita rubah lagi. Pada awalnya menerima kekurangan diri akan terasa sulit, tetapi lama-kelamaan seiring dengan kebijaksanaan dan kedewasaan kita, itu menjadi sesuatu yang sangat mungkin untuk dilakukan.

3. MENGINGAT PENCAPAIAN PRIBADI

Foto: civimi.com

Orang-orang yang insecure biasanya merasa malu dengan diri mereka sendiri, misalnya merasa tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan seorang teman yang baru saja memenangkan lomba, merasa lebih rendah ketika melihat seorang kolega yang sukses dalam bisnisnya dan lain sebagainya. Perasaan insecure muncul ketika kita merasa lebih kecil atau lebih rendah dari orang-orang yang dianggap lebih hebat dan berprestasi. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa menulis segala pencapaian yang pernah kita dapat.

Jangan pernah mengatakan kita tidak punya satu pencapaian yang berharga, karena setiap orang pasti pernah mencapai sesuatu yang hebat dalam hidupnya. Tulis semua pencapaian kita, baik yang kecil maupun pencapaian yang besar. Pujian yang kita terima dari orang lain, hal-hal yang kemudian patut untuk kita syukuri, dan segala hal baik yang kemudian pernah kita dapatkan di dalam kehidupan kita. Banggalah kepada apa yang kita capai itu, dan kemudian rayakanlah.

4. MELAKUKAN HAL YANG DISENANGI

Foto: Gustavo Fring dari pexels.com

Kita mungkin senang memasak, senang membaca buku, senang bersepeda atau senang traveling. Oleh karena itu, lakukanlah sesuatu yang kemudian bisa membuat kita senang atau bahagia, saat kita merasa down atau merasa berada di bawah. Melakukan hal yang disenangi dapat mengembalikan mood kita yang jelek itu. tidak hanya itu, melakukan hal yang disenangi juga dapat membantu kita menemukan minat dan bakat kita. Hal ini dapat menambah kepercayaan diri kita dan menghilangkan perasaan insecure.

5. TIDAK MEMBANDINGKAN DIRI DENGAN ORANG LAIN

Foto: shutterstock.com

Rasanya semua orang pernah membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain. Apalagi di era media sosial sekarang ini, dimana orang-orang mempublikasikan kehidupan pribadinya saat menengok profil seseorang di media sosial, misalnya tidak jarang kita merasa insecure dengan kehidupan mereka. Ada teman kita yang kemudian bisa jalan-jalan ke luar negeri, ada teman kita yang kemudian bisa makan enak, sedangkan kita tidak bisa melakukannya, kita pun menjadi murung dan iri dengan apa yang dimiliki orang lain.

Oleh karena itu, mulai sekarang berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain, apalagi dengan orang-orang di media sosial, yang mana mereka hanya menampilkan versi terbaik dari diri mereka. Padahal setiap orang itu ada kekurangannya, ada aibnya, ada sesuatu yang mungkin akan malu jika diketahui oleh orang lain, siapa yang tahu dengan kehidupan mereka di belakang layar.

Percaya saja bahwa, ada hal-hal pada diri mereka atau orang lain itu yang mungkin kita idam-idamkan, tetapi ada juga hal-hal pada diri mereka yang kemudian tidak patut untuk kemudian diketahui oleh orang lain.

6. MENJADI DIRI SENDIRI

Foto: karyahastadinamika.com

Berapa banyak dari kita yang selalu berusaha mengekor atau meniru orang lain, tentu saja kita pasti pernah melakukannya. Biasanya kita meniru orang lain, jika ingin terlihat pas dalam suatu kelompok atau sebuah organisasi dan dengan demikian kita tidak terlalu berbeda dengan yang lain, misalnya.

Namun saat meniru orang lain, kita tidak menjadi diri sendiri, kita hanya berusaha mengikuti standar orang lain. Padahal kita tidak pernah bisa memuaskan semua orang, daripada menjadi sama sekali-kali tidak mengapa untuk terlihat sedikit berbeda, bahkan justru sesuatu yang berbeda dalam diri kita itu, justru akan menjadi kelebihan atau sesuatu yang menonjol dari diri kita yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Bukan berarti kita harus selalu menjadi pusat perhatian bagi orang lain, jadilah unik dengan diri kita sendiri dan Yakinlah bahwa sesuatu yang unik dalam diri kita itu adalah kelebihan dari diri.

7. MENGHINDARI HAL ATAU SITUASI YANG MENYEBABKAN INSECURE

Foto: unsplash.com

Supaya tidak insecure, tentu saja kita harus menghindari hal atau situasi yang menyebabkan kita insecure. Coba pikirkan saat-saat dimana kita merasa insecure, kira-kira apa yang kemudian menyebabkannya. Misalnya kita insecure karena terlalu lama berselancar di media sosial.

Oleh karena itu, kedepannya mungkin kita bisa membatasi waktu bermain di media sosial, gunakan media sosial hanya jika kemudian kita benar-benar membutuhkannya.

8. MENGHABISKAN WAKTU BERSAMA DENGAN ORANG KITA CINTAI

Foto: shutterstock.com

Tidak ada dukungan yang lebih baik selain dukungan dari orang-orang yang kita sayang atau orang-orang yang mencintai kita. saat kita merasa insecure, habiskanlah waktu bersama mereka. Dengan cara itu, kita akan sadar bahwa ada kelebihan dalam diri kita yang membuat mereka orang-orang itu menyayangi kita.

9. MELAKUKAN SELF CARE

Foto: pexels.com

Selama ini, mungkin kita terlalu fokus mengurus kebutuhan orang lain, kita fokus pada pekerjaan kita, kita fokus untuk melayani orang lain, dan kadang-kadang kita lupa untuk kemudian merawat diri kita sendiri. Kita jadi lupa akan kebutuhan diri kita sendiri.

Sekali-kali kita perlu untuk melakukan self care, atau melakukan perawatan terhadap diri kita. Aktivitas self-care yang bisa kita lakukan misalnya, dengan berolahraga 30 menit setiap hari, vakum dari media sosial selama beberapa waktu, makan makanan yang lezat, dan kemudian kita juga bisa melakukan perawatan terhadap tubuh kita, atau kita juga bisa melakukan siraman rohani terhadap diri kita dengan berkunjung kepada orang-orang yang bisa menasehati diri kita.

10. KONSULTASI DENGAN PSIKOLOG

Foto: alodokter.com

Jika perasaan insecure yang kita alami sudah terlalu sangat mengganggu, kita tidak perlu malu untuk menghubungi seorang psikolog. Biasanya, kita lebih mudah membicarakan hal-hal pribadi kepada para psikolog yang tidak terlalu dikenal, daripada kepada keluarga atau kerabat dekat. Psikolog dapat membantu kita menggali lebih dalam perasaan insecure yang kita alami itu, mereka juga dapat membantu kita mencari jalan keluar untuk berhenti menjadi seorang insecure.


Nah, itulah beberapa hal yang kemudian bisa kita lakukan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan insecure kita. Tidak ada yang bisa menghilangkan perasaan insecure itu, selain diri kita sendiri.

Oleh karena itu, ayo sekarang kita mulai belajar mengenali diri sendiri dan menghargai setiap kekurangan dan kelebihan diri kita sendiri tanpa menengok atau berkaca kepada orang lain, tetap sehat dan tetap semangat.