Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 Cara Menolak Ajakan Orang Lain Tanpa Rasa Rikuh atau Tidak Enak

Menolak Ajakan Orang Lain tanpa Bersalah

Diantara kita, pasti pernah atau memang punya sifat tidak tegaan untuk menolak sesuatu. Entah itu ajakan dari teman, sahabat atau orang lain yang tidak tega karena takut akan menyakiti hati orang lain. Takut akan dijauhi oleh teman, takut dibilang gak gaul dan lain sebagainya.

Padahal seiring dengan kita beranjak dewasa, kita akan semakin sibuk, waktu luang kita akan semakin sempit. Kita harus bisa memilih atau menentukan prioritas diantara banyak hal yang harus kita lakukan.

Mau tidak mau, ketika kita beranjak dewasa dan semakin bertambah amanah atau Tugas atau kewajiban kita. Mau tidak mau kita pasti akan membuang atau mengorbankan beberapa hal, agar bisa mengerjakan hal lain yang jauh lebih penting.

Waktu kita sangat terbatas, sedangkan kewajiban dan tugas kita lebih banyak daripada waktu yang kita punyai.

11 CARA MENOLAK AJAKAN ORANG LAIN TANPA RASA RIKUH ATAU TIDAK ENAK

Inilah beberapa cara yang perlu kita lakukan untuk menolak ajakan seseorang, tanpa harus merasa tidak.


1. KESADARAN UNTUK MENGATAKAN TIDAK

Kita tidak ingin kita mudah dipengaruhi oleh orang lain. Kita punya prinsip, kita punya norma dan nilai yang harus kita pegang. Kita juga punya tanggung jawab atas pekerjaan kita. Kita juga bertanggung jawab atas impian dan cita-cita kita.

Sedangkan waktu dan tenaga kita sangat terbatas. Oleh karena itu, sadarilah bahwa kita tidak bisa mengiyakan ajakan semua orang. Jika kita punya kesadaran dan alasan yang kuat atas penolakan kita itu, kita tidak akan merasa bersalah.

Karena kita merasa sudah melakukan sesuatu yang benar, kita tidak akan bersalah ketika kita melakukan penolakan terhadap orang lain.


2. TENTUKAN HAL YANG HARUS DITOLAK

Bukan berarti kita harus menolak semua hal yang ditawarkan oleh orang lain. Bukan juga berarti bahwa kita akan mengatakan tidak secara membabi buta. Tetapi, sekali lagi semua ini dilakukan karena kita ingin agar hidup kita seimbang.

Jadi, kita perlu mendefinisikan hal-hal yang memang harus kita tolak. Misalnya menolak pergi di malam minggu, menolak minum alkohol, menolak perokok, menolak membolos, menolak untuk makan dan lain sebagainya.

Ketika kita bisa mendefinisikan hal-hal yang memang harus kita tolak dan tidak ingin kita kerjakan, kita akan lebih mudah dan yakin untuk mengatakan penolakan itu kepada orang lain.


3. BERLATIH

Menolak perlu latihan, kadang beberapa orang mengalami masalah, karena dia selalu mengatakan ia kepada setiap ajakan orang lain. Padahal dalam hati kecilnya, dia tidak mau, tidak sepakat atau tidak setuju.

Kadang keadaan seperti ini bisa dimanfaatkan oleh orang lain, dia akan dianggap sebagai orang yang sangat penurut, mau diminta apa aja atau seorang yesman.

Akhirnya orang yang seperti itu, hanya bisa berdiam diri dan menangis sendiri, menyesali hal-hal yang sudah dia lakukan.

Jadi, buat kamu yang punya masalah seperti ini, latihlah berdirilah di depan cermin misalnya. Latihlah untuk berbicara untuk menolak sesuatu, kamu juga bisa bicara dengan diri kamu sendiri, katakan bahwa kamu bukan budak. Kamu punya prinsip, kamu punya pendirian dan katakan kalimat-kalimat positif tentang diri kamu.


4. BERIKAN RESPON YANG JELAS

kadang perasaan tidak enak muncul, karena kita menunjukkan sikap yang tidak jelas. Kita sering merespon permintaan atau ajakan orang lain, dengan kata-kata yang ngalor-ngidul dengan basa-basi dan lain sebagainya.

Niatnya sih ingin agar orang lain tidak sakit hati, atau ingin menolak dengan halus, tetapi malah kita sendiri yang terjebak dengan sikap kita itu. Jika memang kita tidak bisa memenuhi permintaan orang lain, lebih baik awali dengan reapon dan sikap yang tegas dari awal. 

Segera katakan tidak, tidak bisa, tidak mau, tidak ingin, sebelum kemudian kita memberikan alasan daripada penolakan kita itu.


5. JANGAN BERKATA LEMAH DAN MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Katakan tidak dengan cara yang pantas, tidak berlebihan dan tidak kurang. Tidak dengan terlalu keras, tetapi juga tidak dengan cara yang lembek. Katakan dengan tegas dan jelas, jangan menolak dengan dibumbui kata-kata yang lemah atau bahkan menyalahkan diri sendiri.

Misalnya, maaf nih aku nggak bisa bantu, aku memang gak bisa diandalkan. Maaf nih! aku nggak bisa ikut, sebenernya sih pengen ikut, tapi gimana lagi dan lain sebagainya.

Tidak ada yang salah dari penolakan yang kita lakukan, jika memang orang lain paham dengan kondisi kita, kesibukan kita, acara kita, orang lain akan memaklumi dan menganggap wajar sikap menolak kita itu.


6  MINTA WAKTU UNTUK BERPIKIR

Terkadang tawaran atau ajakan tentang sesuatu yang serius, misalnya ajakan untuk berbisnis, ajakan untuk ikut project baru, ajakan untuk hal positif dan lain sebagainya.

Jika kita menghadapi hal yang seperti itu, mintalah jeda waktu agar kita bisa berpikir lebih dalam lagi. Mintalah waktu untuk mempertimbangkan, apakah ajakan itu akan kita terima atau memang harus kita tolong.

Cara ini juga sangat ampuh untuk menghadapi orang-orang yang punya keinginan kuat untuk mengajak kita. Misalnya, ketika kita menghadapi seorang salesman dari sebuah produk yang sangat motot ingin menjual produknya, kita bisa memberikan jeda atau memberikan waktu berpikir untuk dia.


7. AJUKAN ALTERNATIF

Kita juga bisa merespon ajakan orang lain dengan memberikan alternatif, artinya kita tidak sepenuhnya menyanggupi atau mengiyakan kepada ajakan orang lain.

Misalnya, ketika kita diajak teman untuk membantu angkut-angkut barang, sedangkan kita sedang agak malas, kita bisa memberikan alternatif dengan cara mengatakan “Wah! kalau aku sendiri aku nggak bisa, gimana kalau kamu cari teman lagi, biar kita bisa bareng-bareng dan enggak terlalu capek”, misalnya seperti itu.


8. NEGOSIASI

Cara lain untuk merespon ajakan orang lain adalah dengan melakukan negosiasi. Artinya kita tidak menerima ajakan dengan cuma-cuma, kita mau melakukan sesuatu untuk orang lain dengan catatan dia juga akan melakukan sesuatu untuk diri kita.

Misalnya ketika pimpinan atau bos kita meminta bantuan kita untuk mengerjakan tugas baru. Sedangkan kita sedang sibuk menyelesaikan tugas yang lain. Daripada kita menerima tugas itu dan menggerutu dalam hati, karena sebenarnya kita tidak ingin melakukannya. 

Lebih baik kita bisa ajukan negosiasi, bahwa kita bersedia memenuhi permintaan bos, tetapi dengan syarat agar menunda deadline tugas yang sedang kita kerjakan, atau syarat-syarat yang lainnya.

Dengan begitu, kita akan punya bergaining position dan tidak dianggap sebagai seorang Yasmin.


9. BUAT CATATAN HAL-HAL YANG HARUS KITA HINDARI

Setiap penolakan, harus punya alasan yang jelas dan masuk akal. Jangan kita menolak dengan alasan yang dibuat-buat. Oleh karena itu, kita perlu membuat rencana. Buatlah catatan hal-hal yang harus kita hindari dan tidak boleh kita lakukan di hari itu.

Misalnya, aku akan matikan hp jam 09.00 sampai 10.00 atau aku nggak akan pergi kemana-mana malam minggu ini. Aku nggak akan pergi Hangout lebih dari dua kali dalam seminggu dan lain sebagainya.

Dengan begitu, kita akan punya pakem tentang jadwal atau sesuatu yang sudah kita rencanakan. Selain itu, kita juga akan menjadi lebih produktif.


10. BUAT CATATAN HAK YANG HARUS DiKERJAKAN

Selain membuat catatan hal-hal yang harus kita hindari, kita juga harus membuat catatan apa apa yang harus kita lakukan. Ingat bahwa setiap penolakan yang kita lakukan, harus punya alasan yang jelas.

Oleh karena itu, harus ada hal-hal yang sudah kita rencanakan untuk kita lakukan. Ketika kita tidak punya rencarana, artinya kita membuka peluang orang lain untuk mendikte apa apa yang harus kita kerjakan.

Orang lain akan mudah meminta bantuan atau menyuruh kita, ketika kita terlihat nganggur dan tidak melakukan apa-apa.


11. Orang LAIN HARUS TAHU

Setelah sekian lama kita berteman atau berhubungan dengan orang lain, orang lain akan tahu bagaimana prinsip, nilai norma, kesibukan kita, acara kita dan akhirnya mereka akan tahu, Apakah kita akan menerima atau menolak ajakan dia.

Misalnya, ketika jam kerja orang akan tahu bahwa kita sedang sibuk dan tidak mungkin diajak untuk bermain-main. Atau mungkin orang sudah tahu, bahwa diri kita tidak begitu tertarik dengan main game misalnya. 

Tidak mungkin diajak minum alkohol karena orang lain sudah tahu tentang diri kita. Diri kita adalah muslim dan lain sebagainya.

Nah, orang lain harus tahu tentang diri kita, kita harus menunjukkan kepada mereka tentang apa-apa yang sudah menjadi prinsip, agar orang lain tahu bahwa diri kita punya agenda dan sebagainya. Semua itu harus pelan-pelan kita tunjukkan kepada orang lain.

Nah! itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membuat penolakan kepada orang lain tanpa kita harus merasa sangat bersalah. Ingat bahwa penolakan itu bukan sesuatu yang jahat, penolakan itu biasa dilakukan oleh semua orang.

Dan bisa jadi penolakan itu adalah tanda bahwa diri kita mencintai diri kita sendiri. Diri kita terbatas, waktu kita terbatas, tenaga kita terbatas, sedang banyak hal harus kita kerjakan.

Kita tidak bisa memenuhi semua permintaan orang lain, kita tidak bisa memenuhi semua ajakan orang lain atau tawaran orang lain. Oleh karena itu, penting untuk kemudian kita belajar untuk menolak ajakan dari orang lain.